Warta Dapodik Dinas Pendidikan Siap Melaksanakan UN 2015

Salam Dapodik News. Ujian Nasional tahun 2015 yang dimulai dari tingkat SLTA tanggal 13 April – 15 April yang akan diikuti 1,6 juta siswa SMA, sebanyak 1,1 siswa SMK di seluruh Indonesia tinggal menghitung hari.

Sebagaimana sudah diputuskan oleh menteri pendidikan, bahwa; Ujian Nasional bukan sebagai penentu kelulusan siswa,melainkan sebagai pemetaan pelaksanaan pendidikan di sekolah dan didaerah.

Sementara itu bentuk persiapan di daerah, Dinas Pendidikan Provinsi dan Kabupataen/Kota, melaksanakan kesiagaan penuh supaya pelaksanaan Ujian nasional ini dapat berjalan dengan sukses, menyerupai yang dilakukan Dinas Pendidikan Nusa Tenggara Timur.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Nusa Tenggara Timur Piter Manuk mengatakan, naskah ujian nasional untuk penerima ujian yang tidak berbasis komputer masih disusun secara terpusat di Jakarta.

"Daerah tinggal menyortirnya dan menyalurkan ke seluruh sekolah penyelenggara dengan sistem rayon sesuai kesatuan lokasi wilayah," katanya kepada Antara di Kupang, Rabu, mengenai sistem penyusunan naskah ujian nasional tahun aliran 2015 dan pendistribusiannya.

Menurut dia, penyusunan naskah ujian nasional menjadi kewenangan pusat, dengan akan mempertimbangkan sejumlah situasi anak didik penerima ujian masing-masing daerah, meski harus diseragamkan.

Pemerintah tempat dalam hal ini dinas pendidikan provinsi akan melaksanakan peran untuk melaksanakan pendisribusian ke tempat kabupaten dan kota sempurna waktu, sehingga tidak mengganggu aktivitas yang sudah ditetapkan dan berlaku secara nasional itu.

Untuk Provinsi Nusa Tenggara Timur, kata Piter, naskah ujian nasional sudah harus ada di tempat ini pada 28 Maret mendatang. Setelah tiba, naskah akan disortir tanpa membuka segel, untuk mengetahui jumlah naskah, menghindari kemungkinan kekurangan dan bila tidak maka didistribusikan.

Karena distribusinya tidak serempak, dengan mempertimbangkan topografi wilayah NTT, maka untuk kepentingan keamanan, naskah yang belum disalurkan ke tempat akan dititipkan di Sekolah Polisi Negara (SPN) Kupang dan diawasi ketat oleh abdnegara kepolisian.

"Kita lakukan itu untuk memastikan naskah yang ada tidak diganggu oleh siapapun, untuk menjaga kerahasiaannya," kata Piter.

Dia mengatakan, jumlah sekolah penerima ujian nasional di seluruh wilayah provinsi ini untuk tahun aliran 2015 untuk SMA/Madrasah Aliyah (MA) berjumlah 442 sekolah dan SMK berjumlah 203 sekolah.

Sementara untuk penerima ujian nasional semua jenjang dari SD sampai SMA dan SMK berjumlah 287.814 siswa, dengan rincian untuk tingkat SMA/MA berjumlah 49.492 siswa, SMK 15.805 siswa.

Sedangkan untuk tingkat SMP berjumlah 95.682 penerima untuk SD berjumlah 118.000 siswa, SMA Luar Biasa berjumlah 63 peserta, Paket C berjumlah 4.854 peserta, Paket B berjumlah 3.882 siswa dan SMP Luar Biasa berjumlah 36 peserta.