Warta Dapodik Presiden Jokowi Dituntut Wajar 12 Tahun Segera Diwujudkan Untuk Memenuhi Janji Nawacita
Desember 21, 2017
Salam Dapodik News.
Agenda tahunan ini dilaksanakan di Pusat Pengembangan Tenaga Kependidikam (Pusbangtendik) dan dijadwalkan akan berlangsung sampai Selasa (31/3). Tercatat, sekitar 900 lebih penerima menghadiri RNPK 2015 ini, baik dari para dinas pendidikan daerah, UPT, sampai para akademisi.
"Ketiga taktik yang dipilih ini merupakan pokok utama dari nawacita di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo dan renstra Kemendikbud," katanya.
Wakil Presiden Jusuf Kalla membuka RNPK 2015 ini, selain itu nampak pula Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan dan para pejabat Kemendikbud menghadiri pembukaan aktivitas ini
Wajib berguru 12 tahun yang telah menjadi komitmen pemerintah untuk segera dituntaskan, seiring dengan aktivitas nawacita presiden Joko Widodo poin kelima yang berbunyi : Meningkatkan kualitas hidup insan Indonesia melalui peningkatan kualitas pendidikan dan pelatihan dengan aktivitas "Indonesia Pintar"; serta peningkatan kesejahteraan masyarakat dengan aktivitas "Indonesia Kerja" dan "Indonesia Sejahtera" dengan mendorong land reform dan aktivitas kepemilikan tanah seluas 9 hektar, aktivitas rumah kampung deret atau rumah susun murah yang disubsidi serta jaminan sosial untuk rakyat di tahun 2019.
salah satu upaya dalam merealisasikan aktivitas tersebut Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menggelar kembali Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan (RNPK) 2015. Kali ini RNPK 2015 berfokus untuk membahas tiga taktik utama dalam pendidikan dan kebudayaan di Indonesia.
"Strategi pertama ialah melalui penguatan pelaku pendidikan dan kebudayaan. Mengingat, poin penting ini kerap kali terlupakan pada implementasi pendidikan dan kebudayaan selama ini," ujar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Anies Baswedan, dalam pembukaan RNPK 2015, di Depok, Jawa Barat, Senin (30/3).
Strategi kedua, lanjut dia, melalui percepatan peningkatam mutu dan saluran pendidikan. Hal itu untuk mengoptimalkan capaian Wajib Belajar 12 Tahun maupun peningkatan ketersediaan layanan pendidikan di Indonesia.
Strategi terakhir melalui peningkatan efektifitas tata kelola birokrasi dengan pelibatan publik. Sehingga, dapat melibatkan publik dalam seluruh aspek pengelolaan kebijakan pendidikan, baik di tempat maupun di kota.
Kali ini, Kemendikbud memilih tema 'Memperkuat Pelaku dan Ekosistem Pendidikan dan Kebudayaan yang Berkarakter Dilandasi Semangat Gotong Royong'. Anies mengungkapkan, tema yang dipilih itu merupakan bentuk upaya untuk memfokuskan gerak insan pendidikan. Dikarenakan, upaya itu hanya mampu tercapai dengan kerja sama dari semua aspek pelaku dan ekosistem pendidikan.
"Strategi pertama ialah melalui penguatan pelaku pendidikan dan kebudayaan. Mengingat, poin penting ini kerap kali terlupakan pada implementasi pendidikan dan kebudayaan selama ini," ujar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Anies Baswedan, dalam pembukaan RNPK 2015, di Depok, Jawa Barat, Senin (30/3).
Strategi kedua, lanjut dia, melalui percepatan peningkatam mutu dan saluran pendidikan. Hal itu untuk mengoptimalkan capaian Wajib Belajar 12 Tahun maupun peningkatan ketersediaan layanan pendidikan di Indonesia.
Strategi terakhir melalui peningkatan efektifitas tata kelola birokrasi dengan pelibatan publik. Sehingga, dapat melibatkan publik dalam seluruh aspek pengelolaan kebijakan pendidikan, baik di tempat maupun di kota.
Kali ini, Kemendikbud memilih tema 'Memperkuat Pelaku dan Ekosistem Pendidikan dan Kebudayaan yang Berkarakter Dilandasi Semangat Gotong Royong'. Anies mengungkapkan, tema yang dipilih itu merupakan bentuk upaya untuk memfokuskan gerak insan pendidikan. Dikarenakan, upaya itu hanya mampu tercapai dengan kerja sama dari semua aspek pelaku dan ekosistem pendidikan.
Agenda tahunan ini dilaksanakan di Pusat Pengembangan Tenaga Kependidikam (Pusbangtendik) dan dijadwalkan akan berlangsung sampai Selasa (31/3). Tercatat, sekitar 900 lebih penerima menghadiri RNPK 2015 ini, baik dari para dinas pendidikan daerah, UPT, sampai para akademisi.
"Ketiga taktik yang dipilih ini merupakan pokok utama dari nawacita di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo dan renstra Kemendikbud," katanya.
Wakil Presiden Jusuf Kalla membuka RNPK 2015 ini, selain itu nampak pula Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan dan para pejabat Kemendikbud menghadiri pembukaan aktivitas ini