Warta Dapodik Jusuf Kalla : SMK Diarahkan Menjadi Garda Depan Menghadapi Persaingan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA)
November 20, 2017
Salam Dapodik News.
Masyarakat Ekonomi Asean telah dimulai semenjak awal tahun 2015, perlu banyak persiapan dalam menghadapi industrialisasi pada kala ini, salah satunya penyiapan tenaga terampil dan siap memenuhi kebutuhan dunia industri yang kian berkembang.
Pemikiran dari Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai Sekolah Menengah Kejuruan perlu terus dikembangkan, baik dari segi jumlah maupun kualitasnya. Kalla menilai SMK paling diharapkan anak Indonesia ke depannya. Menurut dia, tidak semua anak di Indonesia harus masuk sekolah tinggi tinggi untuk mampu memperoleh pekerjaan.
"Jangan berpikir semua masuk ke sekolah tinggi tinggi. Kalau semua SE (sarjana ekonomi), SH (sarjana hukum), siapa di bawahnya? Tentu tidak begitu. Itu lah sebabnya SMK sangat penting pada sampaumur ini," kata Kalla ketika membuka Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan di Depok, Senin (30/3/2015).
Ia menilai, kebutuhan akseptor bimbing ketika ini berbeda dengan masa sebelumnya. Pada tahun 1950 sampai 1960, kata dia, sekolah umum sangat penting karena negara membutuhkan banyak pegawai.
Namun sekarang, lanjut dia, dingklik pegawai di pemerintahan sudah penuh. Tidak ada lagi lowongan pegawai negeri sipil yang cenderung berkutat pada bidang manajemen tersebut. "Karena itu Menpan moratorium (PNS), yang ada hanya penambahan guru dan tenaga kesehatan," kata dia.
Oleh karena itu, lanjut Kalla, penting bagi Pemerintah untuk memajukan SMK sehingga akseptor bimbing mampu memperoleh pekerjaan. Jika tidak disiapkan dari sekarang, menurut dia, maka sekolah nantinya hanya menjadi pabrik pengangguran.
Indonesia mampu ketinggalan dengan Malaysia atau negara Asia Tenggara lainnya bila tidak menyiapkan tenaga andal melalui SMK.
"Kenapa negara sebesar ini masih mengimpor barang? Itulah mengapa, begitu juga pertanian, kenapa negara sebesar ini masih mengimpor beras, gula, jadung, apa yang kurang? Produktivitasnya. Bagaimana meningkatkan itu, diharapkan peralatan, keahlian, dan belum dewasa yang mampu masuk ke pertanian, butuh banyak SMK pertanian," tutur dia.
Demikian juga dengan produktivitas bidang perikanan yang mampu ditingkatkan salah satunya dengan meningkatkan mutu tenaga kerja di bidang tersebut.
"Kita butuh orang yang mampu tangkap ikan, itu ada di SMK. Kenapa sistem manajemen kita tidak bagus, kita butuh anak yang mampu akuntansi," sambung Kalla.Wapres juga meminta adanya kesamaan kualitas sistem pendidikan dan lulusan sekolah di seluruh Indonesia.
Masyarakat Ekonomi Asean telah dimulai semenjak awal tahun 2015, perlu banyak persiapan dalam menghadapi industrialisasi pada kala ini, salah satunya penyiapan tenaga terampil dan siap memenuhi kebutuhan dunia industri yang kian berkembang.
Pemikiran dari Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai Sekolah Menengah Kejuruan perlu terus dikembangkan, baik dari segi jumlah maupun kualitasnya. Kalla menilai SMK paling diharapkan anak Indonesia ke depannya. Menurut dia, tidak semua anak di Indonesia harus masuk sekolah tinggi tinggi untuk mampu memperoleh pekerjaan.
"Jangan berpikir semua masuk ke sekolah tinggi tinggi. Kalau semua SE (sarjana ekonomi), SH (sarjana hukum), siapa di bawahnya? Tentu tidak begitu. Itu lah sebabnya SMK sangat penting pada sampaumur ini," kata Kalla ketika membuka Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan di Depok, Senin (30/3/2015).
Ia menilai, kebutuhan akseptor bimbing ketika ini berbeda dengan masa sebelumnya. Pada tahun 1950 sampai 1960, kata dia, sekolah umum sangat penting karena negara membutuhkan banyak pegawai.
Namun sekarang, lanjut dia, dingklik pegawai di pemerintahan sudah penuh. Tidak ada lagi lowongan pegawai negeri sipil yang cenderung berkutat pada bidang manajemen tersebut. "Karena itu Menpan moratorium (PNS), yang ada hanya penambahan guru dan tenaga kesehatan," kata dia.
Oleh karena itu, lanjut Kalla, penting bagi Pemerintah untuk memajukan SMK sehingga akseptor bimbing mampu memperoleh pekerjaan. Jika tidak disiapkan dari sekarang, menurut dia, maka sekolah nantinya hanya menjadi pabrik pengangguran.
Indonesia mampu ketinggalan dengan Malaysia atau negara Asia Tenggara lainnya bila tidak menyiapkan tenaga andal melalui SMK.
"Kenapa negara sebesar ini masih mengimpor barang? Itulah mengapa, begitu juga pertanian, kenapa negara sebesar ini masih mengimpor beras, gula, jadung, apa yang kurang? Produktivitasnya. Bagaimana meningkatkan itu, diharapkan peralatan, keahlian, dan belum dewasa yang mampu masuk ke pertanian, butuh banyak SMK pertanian," tutur dia.
Demikian juga dengan produktivitas bidang perikanan yang mampu ditingkatkan salah satunya dengan meningkatkan mutu tenaga kerja di bidang tersebut.
"Kita butuh orang yang mampu tangkap ikan, itu ada di SMK. Kenapa sistem manajemen kita tidak bagus, kita butuh anak yang mampu akuntansi," sambung Kalla.Wapres juga meminta adanya kesamaan kualitas sistem pendidikan dan lulusan sekolah di seluruh Indonesia.
Adanya pernyataan ini menjadi tantangan dan peluang yang harus dijawab oleh semua kalangan, biar tugas SMK di negara kita ini semakin ditingkatkan dan diperbanyak pula aksesnya oleh para akseptor bimbing di seluruh Indonesia.